3 UAS

Tiga UAS
waktu yang tersisa untuk kita
Bersama mengeja ilmu
Bersama memuaskan rasa ingin tahu

Tiga UAS, Teman
dan itu tidak lama
untuk kita berbagi renyah tawa
untuk memotong sama banyak kue yang kita punya

Tiga UAS, Kawan
jeda yang cukup untuk pertumbuhan
sayang dan benciku padamu
Seperti dua waru yang sering kita banggakan
Mirip kill yang selalu kita perebutkan

Tiga UAS, Saudara
dan tak lagi akan kau temui
Stik kaget dan pilar tengah di serambi kiri
yang meninabobokan kita dalam rengkuh hikmat Jum'at

Tiga UAS, dan apakah ada lagi?
Lima penembak jitu yang berangkat dengan gagah
Lalu pulang dengan membawa kemenangan di dada

Tiga UAS, dan jangan ada lagi
muncul dendam dan salah paham
oleh tidak tepatnya stun yang terlempar

Tiga UAS, dan kapan lagi ada manuver
Memerkosa stop kontak dengan T
Mungkin hanya admin tercinta kita yang tahu
Style apa itu namanya jika di atas T ada T
dan di atas mereka ada T yang bertumpuk-tumpuk lagi

Tiga UAS, dan kita tetap bangun
Meski dingin Batu mencacah kulit di bulir air
Kita tetap berdiri, merapat, tunaikan Shubuh dengan menggigil hebat

Tiga UAS, dan masihkah terasa guncangan bus itu?
Kendaraan paling absurd yang pernah mengantar kita ke Jogja
dan kita mesti belajar suatu hal
baik banci dan pengemis sama-sama membenci recehan

Tiga UAS, dan biarkan tetap begitu
Biar kisah kita terbit bersama fajar di puncak Bromo yang biru
Lalu hilang ditelan batas senja langit Lamongan
Di pasir dan buih yang dulu kita tapaki

Tiga UAS menunggu
dan aku kian membencimu ...

by : M. Hasbi As






Comments

Popular posts from this blog

sekilas ..

Jika Takut Mencoba

Luapan Kemarahan